Mesin Box Dryer Coklat Kakao

      No Comments on Mesin Box Dryer Coklat Kakao

Mesin Box Dryer juga bisa digunakan oleh para petani coklat kakao, karena biji kakao membutuhkan kekeringan yang sangat kering untuk menjadi serbuk coklat maka dibutuhkan panas. didunia sangat kesulitan untuk mengeringkan biji kakao dengan sempurna karena pengeringan menggunakan sinar matahari yang sering mengalami perubahan cuaca.

Beberapa permasalahan yang ditemukan di lapangan terkait pengeringan antara lain: kurangnya fasilitas pengeringan seperti lantai jemur dan terpal saat panen raya, fasilitas yang kurang memadai untuk pengeringan pada saat musim hujan, praktek penundaan pengeringan di lapangan setelah panen serta ketergantungan akan cuaca.

Beberapa alternatif praktek pengeringan yang dapat digunakan antara lain: pengeringan dengan sinar matahari baik menggunakan terpal, tikar atau lantai jemur, serta pengeringan mekanis menggunakan udara yang dipanaskan. Beberapa teknologi pengeringan mekanis telah dikembangkan, dimulai dari teknologi yang paling sederhana seperti flat bed dryer (mesin pengering bak datar) hingga teknologi pengeringan yang lebih canggih seperti re-circulating batch dryer (mesin pengering tipe sirkulasi), continuous flow dryer (mesin pengering tipe mengalir) serta in-store drying (pengering terintegrasi dalam sistem penyimpanan).

Penggilingan skala kecil hingga menengah biasanya memiliki fasilitas pengeringan yang cukup memadai seperti lantai jemur maupun mesin pengering sederhana seperti flat bed dryer. Penggilingan skala besar selain memiliki lantai jemur yang luas, biasanya juga dilengkapi dengan fasilitas pengeringan mekanis yang lebih canggih. Pada umumnya semakin kompleks mesin pengeringan, apabila dioperasikan secara baik akan menghasilkan beras dengan mutu yang lebih unggul dibandingkan dengan mesin pengering sederhana atau pengeringan dengan sinar matahari.

Sayangnya hanya sebagian kecil penggilingan di Indonesia yang dapat memanfaatkan teknologi tersebut. Sebagian besar penggilingan di tanah air, yang menyumbangkan hingga 70% dari total produksi beras nasional, adalah penggilingan kecil. Artikel ini hanya akan mengulas mengenai praktek pengeringan sederhana menggunakan matahari dan flat bed dryer yang banyak digunakan oleh petani serta penggilingan padi di Indonesia.

Pengeringan dengan sinar matahari merupakan cara yang paling sedehana dan murah, sehingga teknik inilah yang paling banyak digunakan di Indonesia sebagai negara tropis yang kaya akan salah satu sumberdaya alam tersebut. Namun teknik ini juga memiliki beberapa kelemahan antara lain: tingkat susut hasil karena tercecer ataupun termakan binatang lebih tinggi, sangat bergantung cuaca, adanya resiko gabah basah karena hujan maupun gabah kotor akibat binatang ataupun kotoran pada lantai jemur, serta kesulitan dalam mengontrol suhu. Beberapa kelemahan ini mendorong peneliti IRRI (International Rice Research Institute) mengembangkan solar bubble dryer (SBD) sebagai alternatif pengeringan dengan sinar matahari yang diharapkan mampu menanggulangi kelemahan penjemuran langsung dengan sinar matahari. Pengembangan SBD salah satunya diilhami oleh rancang bangun rumah kaca. Sinar matahari yang masuk ke dalam SBD akan terperangkap dan meningkatkan suhu di dalam SBD. Peningkatan suhu ini digunakan untuk mengeringkan gabah. Selain itu SBD dilengkapi kipas untuk mendorong keluar uap air yang dihasilkan dari proses pengeringan serta batang putar untuk mengaduk gabah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *